Senin, 04 Juli 2016

Pemanfaatan Jerami Padi

Pemanfaatan limbah pertanian berupa jerami padi masih sangat minim dilakukan di Indonesia, padahal hal tersebut sangat bermanfaat untuk menambah income para petani & peternak, karena jerami padi apabila diolah dengan baik akan bermanfaat bagi para petani agar lahan pertaniannya bersih dari limbah & bagi peternak, limbah jerami bisa diolah menjadi pakan alternatif sehingga dapat menekan biaya operasional selama proses penggemukan.

Kebanyakan peternak ruminansia seperti sapi, kambing, kerbau, dll, tidak mengolah jerami padi terlebih dahulu sebelum diberikan ke hewan ternak mereka. Sistem yang mereka pakai adalah dengan mengambil jerami padi yang ada di sawah sebanyak-banyaknya, dan langsung diberikan kepada hewan ternak mereka semuanya, tidak ada jerami yang disimpan untuk persediaan pakan apabila musim panen sudah selesai.

Apabila para peternak menggunakan sistem diatas banyak hal yang kurang menguntungkan yang akan didapat, seperti :
1. Pakan akan berserakan dan tidak rapi.
2. Jerami yang memiliki struktur kasar apabila diberikan ke hewan ternak secara langsung maka itu hanya berdampak kenyang sesaat saja namun di dalam perut tidak bisa memproses secara maksimal sehingga nutrisi yang terdapat di dalam jerami tidak bisa diserap secara maksimal di waktu proses pencernaan.
3. Jerami yang belum diproses tidak bisa disimpan dalam jangka waktu lama.

Ada sistem yang lebih baik dalam mengolah jerami padi sebagai pakan alternatif yaitu dengan cara digiling terlebih dahulu dengan mesin chopper dan menyimpannya di tempat tertutup guna melakukan proses fermentasi. Dengan proses tersebut banyak hal yang bisa didapat yaitu :
1. Pemberian pakan ke hewan ternak akan lebih rapi.
2. Proses penggilingan dan fermentasi memberikan nilai tambah untuk jerami karena struktur jerami akan lebih lembut dan hewan ternak akan bisa menyerap nutrisi lebih maksimal dalam proses pencernaannya.
3. Dengan fermentasi, jerami padi bisa disimpan dalam waktu 1-6 bulan.

Senin, 30 Mei 2016

Jerami di Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo

Di Kecamatan Wonoayu Kabupaten Sidoarjo Petani sana memanen padi dengan menggunakan mesin blower untuk merontokkan padi. Jadi para petani memotong separuh dari tanaman padi dan hanya diambil bagian atasnya saja untuk di kumpulkan di sepanjang jalan untuk kemudian digiling dengan mesin blower. Mesin tersebut memisahkan antara butir padi dengan jerami. Dan jerami dari hasil panen padi kurang dimanfaatkan, jerami tersebut hanya dibakar. Sebenarnya jerami ini bisa diolah menjadi pakan sapi dengan proses fermentasi.

Bedah dengan padi yang dipanen secara tradisional yang biasanya menyisahkan jerami ditengah-tengah sawah, panen padi dengan menggunakan mesin blower menyisahkan jerami di sepanjang jalan. Jadi apabila kita ingin mengambilnya tinggal diangkut saja tidak perlu mengambilnya di tengah sawah.

Bila kita tertarik untuk mengolah limbah pertanian berupa jerami padi untuk dijadikan pakan ternak fermentasi, maka di Kecamatan Wonoayu adalah wilayah yang tepat untuk mendapatkan jerami padi yang melimpah di sepanjang jalan dan tersedia setiap waktu.

Kamis, 31 Maret 2016

Pakan Fermentasi

Berikut adalah video tentang sapi kami yang diberi pakan fermentasi tumpi jagung. Pakan ini sangat baik untuk penggemukan sapi karena selain sebagai usaha pemanfaatan limbah pertanian, pakan fermentasi juga sangat baik untuk pertumbuhan sapi karena mengandung banyak protein dan juga terdapat bakteri lactobacillus yg membantu proses pencernaan pada sapi. Video bisa dilihat di link berikut ini, https://m.youtube.com/watch?v=qUp9i3gn7cg

Senin, 01 Februari 2016

Pesawat Sederhana

Pesawat sederhana adalah alat mekanik yang dapat mengubah arah atau besaran dari suatu gaya. Secara umum, alat-alat ini bisa disebut sebagai mekanisme paling sederhana yang memanfaatkan keuntungan mekanik untuk menggandakan gaya. Sebuah pesawat sederhana menggunakan satu gaya kerja untuk bekerja melawan satu gaya beban. Dengan mengabaikan gaya gesek yang timbul, maka kerja yang dilakukan oleh beban besarnya akan sama dengan kerja yang dilakukan pada beban.

(Source : Wikipedia.org)

Our Cattle Feedlot in Februari 2016

Here are the video of our cattle feedlot in february 2016 that we upload in Youtube.com, check it out!
https://m.youtube.com/watch?v=TH1XWoQKq1g

Sabtu, 26 Desember 2015

Meningkatkan Usaha Penggemukan Sapi di Era Industri dan Era Teknologi Informasi

Dalam perkembangannya, usaha manusia dibagi menjadi 3 era, yaitu Era Pertanian, Era Industri, dan Era Teknologi Informasi. Di Era Pertanian, manusia masih memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri dengan cara bercocok tanam dan beternak. Di Era Industri, manusia selain memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri, juga lebih bertujuan bisnis yaitu mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya, dengan merubah bahan mentah menjadi produk jadi menggunakan mesin-mesin industri. Dan di era saat ini yaitu Era Teknologi Informasi, manusia dapat memenuhi kebutuhan pokok mereka dan juga kebutuhan bersosial mereka dengan menggunakan teknologi informasi. Era yang juga disebut dengan era internet ini identik dengan ditemukannya gadget berteknologi tinggi seperti PC, Laptop, Tablet, Smartphone, dll.

Dalam Agribisnis ke tiga era tersebut dapat dimanfaatkan secara bersamaan untuk meningkatkan hasil usaha, misalkan agribisnis di bidang Cattle Feedlot atau dalam Bahasa Indonesia disebut dengan usaha penggemukan sapi. Dalam Usaha Penggemukan Sapi perkembangan teknologi mesin industri bisa dimanfaatkan untuk memproduksi pakan sapi secara efektif dan efisien. Mesin Industri berupa mesin pencacah limbah pertanian sangat membantu para pelaku usaha penggemukan sapi dalam memenuhi kebutuhan pakan ternaknya secara cepat dan masal. Dan perkembangan teknologi informasi juga bisa dimanfaatkan dalam usaha agribisnis ini, salah satunya yaitu dibidang marketing (pemasaran). Dengan menggunakan teknologi informasi dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan produk ke masyarakat dengan biaya yang terjangkau dan bisa mencakup pasar lokal dan internasional. Dalam usaha penggemukan sapi bisa memanfaatkan teknologi informasi untuk memasarkan produknya yaitu berupa sapi siap potong ke masyarakat dengan lebih efektif dan murah.

Dari era perkembangan usaha manusia yaitu era pertanian, era industri, dan era teknologi informasi bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk memudahkan dan meningkatkan usaha atau bisnis yang kita miliki.

Jumat, 11 Desember 2015

Ini Manfaat Kapal Khusus Sapi Bagi Peternak dan Konsumen

Keberadaan kapal pengangkut ternak sapi KM Camara Nusantara I memberikan dampak positif kepada para peternak sapi lokal. Selain itu, kapal khusus pengangkut sapi menguntungkan masyarakat sebagai konsumen karena harga lebih murah.

Terpangkasnya biaya pengiriman sapi dari Nusa Tenggara Timur (NTT) ke DKI Jakarta hingga 85% dari Rp 1,8 juta per ekor menjadi Rp 320.000 per ekor membuat harga sapi di tingkat konsumen turun sekaligus meningkatkan harga di tingkat peternak.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyebutkan bahwa harga sapi di tingkat peternak biasanya cuma Rp 26.000-27.000 per kg bobot hidup. Jika dibawa dengan kapal ternak, harga sapi bisa dibeli dari peternak dengan harga ‎Rp 28.000-30.000 per kg tapi sampai kepada konsumen di Jakarta dengan harga Rp 75.000 per kg.

"Harga di konsumen yang Rp 90.000-100.000 per kg bisa jadi Rp 75.000 per kg. Harga di tingkat petani juga bisa naik dari Rp 26.000-27.000 per kg hidup jadi Rp 28.000-30.000," kata Amran saat ditemui di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (11/12/2015).

Amran menambahkan, ‎tahun depan akan ada tambahan 5 kapal ternak lagi. Sebanyak 5 kapal ternak ini akan singgah di Lampung, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Artinya, bukan hanya peternak di NTT yang bakal menikmati harga sapi dengan margin lebih besar, tapi juga di 4 provinsi sentra sapi lainnya.

"Sulsel, NTT, NTB, Jatim, Lampung. Gubernurnya sudah tanda tangan MoU (Memorandum of Understanding) dengan Pak Ahok‎ (Gubernur Jakarta)," tuturnya.

Bagi konsumen di Jakarta, tentu adanya tambahan 5 kapal ternak yang singgah ini kabar baik karena ‎pasar di ibu kota akan dibanjiri sapi lokal yang harganya murah.‎

"Kita rancang kalau bisa sebulan 2 kali tiba 1 kapal ternak (ke Jakarta), kalau bisa 3 kali. Jadi setahun bisa 150.000 ekor sapi lokal masuk Jakarta," papar Amran.

Dengan melimpahnya suplai daging sapi lokal yang harganya bisa Rp 75.000/kg, mau tak mau daging sapi impor pun harus turun harganya agar dapat bersaing.

"Targetnya sekarang adalah mengubah struktur pasar. Sapi lokal kan 80%, impor 20%. Artinya 80% ini bisa mengubah struktur pasar. Harga di konsumen yang Rp 90.000-100.000 per kg bisa jadi Rp 75.000 per kg," tutupnya.

(Source: Detik.com)