Here are the video of our cattle feedlot in february 2016 that we upload in Youtube.com, check it out!
https://m.youtube.com/watch?v=TH1XWoQKq1g
Senin, 01 Februari 2016
Our Cattle Feedlot in Februari 2016
Sabtu, 26 Desember 2015
Meningkatkan Usaha Penggemukan Sapi di Era Industri dan Era Teknologi Informasi
Dalam perkembangannya, usaha manusia dibagi menjadi 3 era, yaitu Era Pertanian, Era Industri, dan Era Teknologi Informasi. Di Era Pertanian, manusia masih memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri dengan cara bercocok tanam dan beternak. Di Era Industri, manusia selain memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri, juga lebih bertujuan bisnis yaitu mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya, dengan merubah bahan mentah menjadi produk jadi menggunakan mesin-mesin industri. Dan di era saat ini yaitu Era Teknologi Informasi, manusia dapat memenuhi kebutuhan pokok mereka dan juga kebutuhan bersosial mereka dengan menggunakan teknologi informasi. Era yang juga disebut dengan era internet ini identik dengan ditemukannya gadget berteknologi tinggi seperti PC, Laptop, Tablet, Smartphone, dll.
Dalam Agribisnis ke tiga era tersebut dapat dimanfaatkan secara bersamaan untuk meningkatkan hasil usaha, misalkan agribisnis di bidang Cattle Feedlot atau dalam Bahasa Indonesia disebut dengan usaha penggemukan sapi. Dalam Usaha Penggemukan Sapi perkembangan teknologi mesin industri bisa dimanfaatkan untuk memproduksi pakan sapi secara efektif dan efisien. Mesin Industri berupa mesin pencacah limbah pertanian sangat membantu para pelaku usaha penggemukan sapi dalam memenuhi kebutuhan pakan ternaknya secara cepat dan masal. Dan perkembangan teknologi informasi juga bisa dimanfaatkan dalam usaha agribisnis ini, salah satunya yaitu dibidang marketing (pemasaran). Dengan menggunakan teknologi informasi dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan produk ke masyarakat dengan biaya yang terjangkau dan bisa mencakup pasar lokal dan internasional. Dalam usaha penggemukan sapi bisa memanfaatkan teknologi informasi untuk memasarkan produknya yaitu berupa sapi siap potong ke masyarakat dengan lebih efektif dan murah.
Dari era perkembangan usaha manusia yaitu era pertanian, era industri, dan era teknologi informasi bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk memudahkan dan meningkatkan usaha atau bisnis yang kita miliki.
Jumat, 11 Desember 2015
Ini Manfaat Kapal Khusus Sapi Bagi Peternak dan Konsumen
Keberadaan kapal pengangkut ternak sapi KM Camara Nusantara I memberikan dampak positif kepada para peternak sapi lokal. Selain itu, kapal khusus pengangkut sapi menguntungkan masyarakat sebagai konsumen karena harga lebih murah.
Terpangkasnya biaya pengiriman sapi dari Nusa Tenggara Timur (NTT) ke DKI Jakarta hingga 85% dari Rp 1,8 juta per ekor menjadi Rp 320.000 per ekor membuat harga sapi di tingkat konsumen turun sekaligus meningkatkan harga di tingkat peternak.
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menyebutkan bahwa harga sapi di tingkat peternak biasanya cuma Rp 26.000-27.000 per kg bobot hidup. Jika dibawa dengan kapal ternak, harga sapi bisa dibeli dari peternak dengan harga Rp 28.000-30.000 per kg tapi sampai kepada konsumen di Jakarta dengan harga Rp 75.000 per kg.
"Harga di konsumen yang Rp 90.000-100.000 per kg bisa jadi Rp 75.000 per kg. Harga di tingkat petani juga bisa naik dari Rp 26.000-27.000 per kg hidup jadi Rp 28.000-30.000," kata Amran saat ditemui di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (11/12/2015).
Amran menambahkan, tahun depan akan ada tambahan 5 kapal ternak lagi. Sebanyak 5 kapal ternak ini akan singgah di Lampung, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Artinya, bukan hanya peternak di NTT yang bakal menikmati harga sapi dengan margin lebih besar, tapi juga di 4 provinsi sentra sapi lainnya.
"Sulsel, NTT, NTB, Jatim, Lampung. Gubernurnya sudah tanda tangan MoU (Memorandum of Understanding) dengan Pak Ahok (Gubernur Jakarta)," tuturnya.
Bagi konsumen di Jakarta, tentu adanya tambahan 5 kapal ternak yang singgah ini kabar baik karena pasar di ibu kota akan dibanjiri sapi lokal yang harganya murah.
"Kita rancang kalau bisa sebulan 2 kali tiba 1 kapal ternak (ke Jakarta), kalau bisa 3 kali. Jadi setahun bisa 150.000 ekor sapi lokal masuk Jakarta," papar Amran.
Dengan melimpahnya suplai daging sapi lokal yang harganya bisa Rp 75.000/kg, mau tak mau daging sapi impor pun harus turun harganya agar dapat bersaing.
"Targetnya sekarang adalah mengubah struktur pasar. Sapi lokal kan 80%, impor 20%. Artinya 80% ini bisa mengubah struktur pasar. Harga di konsumen yang Rp 90.000-100.000 per kg bisa jadi Rp 75.000 per kg," tutupnya.
(Source: Detik.com)
Kamis, 26 November 2015
Peternak Sapi Indonesia vs Peternak Sapi Australia
Setelah membaca Life Story dari seorang peternak sapi asal Australia yang bernama Markus Rathsmann menyadarkan kita bahwa menjadi peternak sapi disana juga tidak semudah yang kita bayangkan.
Markus Rathsmann memiliki peternakan sapi seluar 40.000 hektar di Mount Ringwood, sekitar 2 jam dari Kota Darwin. Dia dibantu oleh 2 tenaga kerja yang bernama Ray dan Margareth. Mereka mulai kerja sekitar pukul 06.30, istirahat siang sekitar pukul 12.00 dan kembali ke peternakan hingga pukul 17.00.
Tantangan yang dihadapi oleh peternak sapi di Australia adalah apabila musim kering tiba pandang rumput yang menjadi tempat ternak mereka akan kering sehingga mereka harus memberikan pakan tambahan agar sapi-sapi mereka bisa bertahan hidup. Dan tantangan yang lain yaitu ketidakpastian pasar dan minimnya tenaga kerja.
Jika dibandingkan dengan kondisi peternak sapi di Indonesia maka sebenarnya peternak sapi di Indonesia lebih menguntungkan dibandingkan dengan peternak sapi di Australia dengan syarat dimanage dengan lebih baik.
Berikut adalah perbandingan peternak sapi di Indonesia dengan peternak sapi di Australia:
1. Persediaan Pakan
Apabila peternak sapi di Australia bingung untuk memberi pakan sapinya di waktu musim kering karena tergantung pada kesediaan rumput di tempat ternaknya maka peternak sapi di Indonesia akan sangat diuntungkan apabila mereka bisa memanfaatkan limbah pertanian yang melimpah yang tersedia setiap tahunnya untuk pakan sapi-sapi mereka baik di musim hujan maupun di musim kemarau.
2. Pangsa Pasar
Kebutuhan daging sapi di Indonesia sangat tinggi maka peternak sapi di Indonesia tak perlu kawatir akan sapi-sapinya tidak laku, bahkan Indonesia masih impor daging sapi. Maka dari itu dengan pasar yang begitu besar maka peternak sapi harus lebih baik untuk memanage usaha peternakan sapinya agar bisa membantu pemerintah untuk mensukseskan program swasembada daging sapi.
3. Tenaga Kerja
Di Indonesia banyak sekali pengangguran dan ini merupakan persoalan yang sangat serius di Negara Kita Indonesia. Maka dari itu Tenaga Kerja di Indonesia sangat banyak dan mereka butuh pekerjaan yang layak. Dan peternak sapi di Indonesia bisa mendapatkan karyawan sesuai dengan kebutuhan mereka dan hal ini juga membantu pemerintah mengatasi masalah pengangguran.
Rabu, 11 November 2015
Lactobacillus Formula for Plants
Lactobacillus Formula for Plants adalah pupuk organik cair yang bermanfaat bagi tumbuhan.
Berikut adalah manfaat dari Lactobacillus Formula for Plants :
1. Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap perubahan sifat tanah, perubahan iklim, dan serangan hama penyakit.
2. Meningkatkan kesuburan tanah.
3. Mempertahankan dan meningkatkan ketersediaan unsur hara di dalam tanah.
Sabtu, 24 Oktober 2015
Menjadi Petani Modern
Meski sporadis ada orang nan memiliki cita-cita menjadi seorang petani, namun petani dan bertani tak pernah mengalami masa pasang surut di dalam usaha serta kiprahnya. Kanak-kanak pun ketika ditanya, sporadis nan bercita-cita ingin menjadi petani. Padahal menjadi petani dapat juga menjadi sukses dan kaya. Karena agro bisnis itu tak ada matinya. Karena semua orang niscaya membutuhkan hasil dari pertanian atau hasil agro tersebut.
A. Bertani Budaya Bangsa
Meski ada lagu tentang 'nenek moyang orang pelaut', dan tak ada lagu tentang 'nenek moyang orang petani', namun petani selalu tetap ada sejak jaman dahulu kala. Petani dan bertani ialah dua idiom nan sangat berkaitan. Meski pengertian 'bertani' dewasa ini, tak selalu berarti menjadi petani konvensional di kebun atau persawahan.
Menilik keadaan alam Indonesia nan juga sangat subur, dan memiliki sumber daya alam nan sangat kaya. Tanah di bumi Indonesia seolah memiliki pupuk alami di tiap jengkalnya. Karena melempar apapun di atasnya, niscaya akan tumbuh apapun nan dilempar tadi. Bagaimana kini, apabila nan dilempar ialah uang? Apakah akan tumbuh pula pohon uang? Jawabnya adalah, iya.
Caranya ialah mengembalikan kembali tradisi lama bertani seperti nenek moyang dulu. Karena bertani juga merupakan warisan budaya dari leluhur bangsa. Apalagi didukung oleh kesuburan dan kekayaan sumber daya alamnya nan dahsyat.
Maka menjadi pengusaha sebagai petani atau bertani, tentu saja bukan pilihan jelek bagi setiap orang. Asalkan mengerti dan memanaj dengan cukup baik.
B. Bisnis nan Tak Pernah Sepi
Menjadi petani saat ini, mengalami pergeseran pandangan. Karena bertani juga merupakan pilihan profesi nan cukup bergengsi. Apalagi bila sebuah pertanian dikelola dengan sistem nan modern, dengan manajemen nan profesional, dan dilakukan pendistribusian dengan jangkauan nan luas; lalu apa jeleknya bila ingin bertani sekarang?
Karena bertani merupakan bisnis nan tak mungkin sepi. Dan tak pernah sepi. Konsep bertani dewasa ini sangat luas. Dan banyak pilihan. Anda tinggal berusaha mempelajari secara seksama, dan mencoba menjalankannya.
C. Menjadi Petani Modern
Menjadi petani modern belakangan ini seolah menjadi suatu tren baru di antara para pengusaha perkotaan. Meski tinggal di kota, bukan berarti seseorang tak dapat menjadi petani. Meski konteks petani di sini, tak harus seperti petani konvensional nan harus terjun langsung membajak tanah sawah.
Namun bertani dan menjadi petani dalam agro bisnis bisa dijalankan dari jauh. Anda bisa menjalankan roda pertanian Anda dari rumah. Caranya ialah dengan berbagai pilihan sebagai berikut:
1. Menjadi penyewa tanah pertanian. Kemudian membayar upah pada para petani setempat buat menanaminya, dan menjaganya. Di saat panen, Anda akan membagi hasil pertanian dengan para petani penggarap tersebut. Tentu saja, laba nan lebih besar ialah milik Anda.
2. Menjadi pemilik tanah pertanian. Anda membeli sebidang tanah atau sawah. Menempatkan orang-orang pilihan Anda di sana, buat menggarap, merawat, mengolah dan menjalankan pertanian Anda. Anda tinggal mengontrolnya sekali waktu. Hasil dari pertanian tersebut absolut ialah milik Anda.
3. Menjadi penyewa dan penggarap tanah pertanian. Yang Anda lakukan ialah variasi dari kedua pilihan sebelumnya. Artinya Anda menyewa sebidang tanah pertanian, kemudian menempatkan orang-orang pilihan Anda sebagai petani penggarap di sana. Anda nan mengontrol langsung, dan menjalankan manajemennya, hingga hasil akhir penjualannya.
4. Menjadi petani dengan memanfaatkan tanah pekarangan sendiri. Dengan membudidayakan jenis tanaman eksklusif misalnya. Atau beternak hewan peliharaan.
Semua pilihan tersebut ialah cara-cara berbisnis dalam agro bisnis. Selain itu, apabila ditilik dari pilihan tanaman nan akan dibudidayakan atau dikembangkan juga banyak. Contohnya, menjadi petani kembang, petani sawah, menjadi petani lada, atau petani sawit. Semua memiliki prospek nan berbeda-beda, namun semua benar-benar menjanjikan.
D. Agro Bisnis
Nah dengan adanya citra nan telah diuraikan di atas. Kini sedikit banyak Anda mampu mereview suka duka, untung rugi, dan trik-trik menjadi petani di bidang agro bisnis bukan?
Kini, apabila Anda telah merasa bosan dengan pekerjaan kantor dan segala rutinitas nan terkadang membuat hayati tertekan, Anda perlu mencoba buat beralih menjadi wirausahawan. Dan pilihan wirausahawan nan dimaksud ialah menjadi petani.
Untuk menjadi wirausahawan, kapital paling primer ialah keberanian. Keberanian buat mencoba berdikari dengan membuka lapangan kerja sendiri.
Bagi Anda nan masih bingung memilih usaha nan dapat dilakukan, mencoba melirik usaha agro bisnis ini juga cukup baik. Agro bisnis ialah bidang usaha nan tak akan pernah surut permintaan sebab semua orang di global ini selalu membutuhkan bahan pangan.
Jika Anda memiliki halaman lapang, itu merupakan langkah awal nan baik bisnis di bidang ini sebab Anda bisa memanfaatkan halaman rumah buat memulai bisnis ini. Sebetulnya, tak diperlukan loka nan besar buat memulai agro bisnis. Semua bergantung jenis sayuran atau tanaman nan ingin Anda pasarkan.
Agro bisnis ini cukup beragam, dapat berupa sayur-mayur seperti bayam, selada, wortel, kentang, dan lain-lain. Dapat juga tanaman obat atau jamu seperti daun sirih, jahe, kencur, mahkota dewa, dan lain-lain. Bisa pula tanaman hias seperti anggrek, mawar, kamboja, dan lain-lai. Ada juga komoditas lain seperti jamur dan buah-buahan. Jadi, begitu banyak pilihan dalam bisnis ini. Semua bisa dimulai dari halaman rumah Anda.
Untuk Anda nan merasa minim informasi mengenai bidang pertanian dan perkebunan, maupun hal lain nan berkaitan dengan agro bisnis, jangan kawatir. Banyak sekali buku nan memberikan informasi cara mengolah halaman atau kebun Anda buat dijadikan loka menanam dan menyemai benih tanaman.
Usaha agro bisnis seperti ini sangat berguna buat meningkatkan kualitas hayati masyarakat dengan meningkatkan penghijauan di sekitar lingkungan, juga menyediakan bahan pangan nan sehat bagi kehidupan masyarakat.
Memang, ada segudang kegunaan bisnis ini. Namun, terkadang nan menjadi hambatan ialah bisnis ini sangat bergantung dengan kondisi cuaca dan iklim. Berikut beberapa tips sederhana nan dapat Anda lakukan jika ingin terjun di global bisnis agro tanaman dan jamur.
1. Carilah informasi dari buku, internet, maupun orang lain nan sudah memliki pengalaman dalam melakukan bisnis agro nan Anda kehendaki.
2. Sesuaikan keadaan iklim atau temperatur udara di lingkungan Anda dengan jenis tanaman agro nan ingin Anda kembangkan, ada kesesuaian atau tidak. Jika tidak, jangan dipaksakan sebab hasilnya tentu menjadi tak maksimal.
3. Mengikuti tren gaya hayati sehat seperti mengembangkan sayuran organik dapat Anda coba, terlebih masih sedikit orang nan tertarik di bisnis ini.
4. Ikutlah dalam kelompok-kelompok pencinta kembang atau kelompok tani buat mendapatkan informasi dari dinas pertanian mengenai teknologi pertanian terbaru.
5. Pilihlah pupuk dan rawatlah tanaman Anda secara rutin dan sahih supaya terhindar dari hama tanaman nan mengganggu. Jangan sembarangan menggunakan racun petisida sebab itu dapat mempengaruhi kualitas produk agro Anda.
6. Carilah rekan bisnis buat penyaluran produk agro Anda ke toko-toko atau supermarket bahan pangan di kota.
Apabila citra menjadi petani atau berbisnis di bidang agro bisnis ini tak pernah mengalami pasang surut, alias tak ada matinya; sepertinya Anda kini perlu mencobanya. Bagaimana, Anda siap beralih profesi dan menjadi sukses?
(Source: Binasyifa.com)
Minggu, 04 Oktober 2015
Our New Car
Daihatsu Grand Max Pick Up is our new car for improving our business in Cattle Feedlot, bismillah it will be good perform and strong, amin.