Berikut adalah "SURAT KETERANGAN USAHA" untuk "UD TANI MAJU" yang ditandatangani oleh Kepala Desa Ganggangpanjang sebagai legalitas usaha di wilayah tersebut.
Minggu, 20 Januari 2019
Rabu, 26 Desember 2018
Pemeriksaan Kesehatan Hewan Ternak
Hari ini, ada pemeriksaan kesehatan hewan ternak oleh Drh. Fanda dari Dinas Peternakan Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo.
Ada 2 sapi yang diperiksa hari ini, karena terkena penyakit batuk yang tak kunjung sembuh.
Drh Fanda memberikan injeksi kepada hewan yang terkena sakit batuk tersebut dengan 2 jenis obat cair. Dan beliau juga memberikan 2 pil besar ALBENPROS 2500 untuk pencegahan penyakit cacingan.
Meskipun lokasi ternak kami bukan wilayah kerja beliau, namun Drh. Fanda bisa memberikan pelayanan untuk para peternak di wilayah Kabupaten Sidoarjo.
Minggu, 30 September 2018
WISATA RELIGI ZIARAH WALI 5
Tahun ini, Program CSR (Corporate Social Responsibility) UD Tani Maju mengadakan acara yaitu WISATA RELIGI ZIARAH WALI 5.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, Program CSR ini mengajak sebagian besar warga Dusun Luwung. Dan UD Tani Maju telah menyediakan 2 kendaraan Bus Besar.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari minggu tanggal 30 September 2018. Dimulai pukul 06.00 s/d 24.00.
Wisata religi ini dimulai dengan berkunjung ke Makam Ki Ageng Bungkul, Sunan Ampel, Ayah Sunan Giri, Sunan Drajat, Asmoroqondi, & terakhir ke Sunan Bonang.
Alhamdulillah, acara tersebut berjalan dengan sukses & lancar.
Sabtu, 15 September 2018
Pasar Sapi Nongkojajar
Sejumlah pedagang dan peternak bertransaksi sapi perah ketika mereka bertemu di Pasar khusus Sapi Perah Nongkojajar, Pasuruan, Jawa Timur, (Minggu, 16 September 2018).
Sapi perah yang dijual dengan harga sangat beragam, mulai dari anak sapi (pedet) hingga yang telah laktasi (menghasilkan susu) antara Rp. 2,5 juita hingga Rp. 9 juta per ekor.
Namun hari ini kami mencari sapi perah berjenis kelamin jantan untuk penggemukan, untuk persiapan Idul Adha tahun depan.
Rabu, 22 Agustus 2018
Free Ongkir & Free Biaya Perawatan
Jadwal pengiriman sapi kurban UD Tani Maju hari ini, atau di hari H, yaitu di SMK MUHAMMADIYAH 1 TAMAN.
Untuk jadwal pengiriman kemarin, atau H-1, di daerah Gedangan, Tanggulangin, & Sidoarjo.
Besok akan dilanjut untuk pengiriman sapi kurban ke SDN Prambaon, SMKN Beji, & SDN Kalisampurno.
Di UD Tani Maju, customer tidak perlu membayar ongkos tambahan untuk pengirimannya karena harga sapi sudah satu paket dengan ongkos kirimnya (Free Ongkir).
Selain free ongkir, pembeli juga tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk perawatan sapi sampai hari pengiriman, karena harga sapi juga termasuk biaya tersebut.
Fasilitas itulah yang membedakan UD Tani Maju dengan penjual sapi lainnya.
Senin, 20 Agustus 2018
The Calf was Born
Kemarin malam (19-08-2018), ada salah satu sapi kami melahirkan. Bayinya alhamdulillah sehat, dan berjenis kelamin laki-laki.
Meskipun sang induk berwarna coklat, namun si bayi berwarna hitam-putih. Kemungkinan besar ayahnya adalah berjenis fries holland atau dalam bahasa indonesianya sapi perah.
Kehamilan sang induk tidak melalui kawin suntik (IB), namun kawin normal karena satu lokasi penggemukan dengan sang jantan, atau bisa dibilang cinta lokasi, hehehe.
Dan hari ini si bayi sudah bisa minum susu ibunya sendiri, Alhamdulillah.
Ini adalah kado terindah bagi kami menjelang perayaan Idul Adha tahun ini.
Memang UD Tani Maju punya rencana untuk mengembangkan usahanya tidak hanya di bidang feedloting (penggemukan) saja, namun juga di usaha breeding (pembiakan).
Rabu, 13 Juni 2018
SAATNYA MENERAPKAN PERTANIAN TEKNO-EKOLOGIS
Karena itu, tidak berlebihan bila
saya katakan bahwa model pertanian tekno-ekologis ini bisa menjadi alternatif
model dalam Revolusi Hijau kedua nanti, guna memperbaiki kelemahan-kelemahan
Revolusi Hijau pertama yang digagas Norman Borlaug – yang terbukti telah
mendorong para petani menjadi bergantung pada perusahaan-perusahaan besar dalam
pemenuhan sarana produksi. (Page x)
Budaya industri sangat bergantung
pada energi minyak bumi (fosil), baik dalam proses produksi, transportasi,
penerangan, perdagangan, pariwisata, dan lain-lain. (Page 8)
Penggunaan pupuk organik dari
kotoran sapi, kerbau, atau domba yang telah difermentasi sebanyak 2.500 kg per
ha dikombinasikan dengan penggunaan pupuk anorganik (urea, SP-36, dan KCI)
sebanyak 50% dari dosis anjuran tidak akan menurunkan produktivitas padi, malah
dapat meningkatkan produktivitas hingga 25 – 30 % dibandingkan dengan
penggunaan pupuk pabrikan 100% (Widiyazid et al.,2002). Selanjutnya, secara
bertahap dosis pupuk organik bisa ditambah dan penggunaan pupuk anorganik bisa
dikurangi. (Page 30)
Jenis ikan yang bisa
dibudidayakan dengan cara ini (mina padi) antara lain ikan mas, tewes, nila,
lele, dan udang galah. (Page 127)
Langganan:
Postingan (Atom)



















